Berikut Cara Menggunakan Defibrillator Alat Pacu Jantung

Posted on

Cara Menggunakan Defibrillator – Jantung adalah salah satu organ manusia yang sangat penting namun juga menjadi organ yang rentan. Sehingga membutuhkan perawatan yang baik agar bisa bekerja dengan maksimal. Pada dunia medis penanganan pada jantung yang darut bisa menggunakan beberapa alat, salah satunya Defibrillator. Peralatan elektronik ini memberikan kejutan listrik pada jantung seperti apa lengkapnya simak dalam ulasan berikut.

Berkenalan Dengan Alat Pacu Jantung, Defibrillator

Cara Menggunakan Defibrillator - iwillreadbooks.com
Cara Menggunakan Defibrillator

1. Sekilas Tentang Defibrilator

Defibrillator merupakan peralatan elektronik yang memang dirancang untuk memberikan shock dengan listrik serta bisa menyebabkan depolarisasi sementara jantung. Hal ini diberikan jika denyut pada jantung tidak teratur sehingga bisa memungkinkan untuk timbul aktivitas jantung yang normal. Alat ini memiliki dua tipe gelombang yakni Monophasic dan juga Bipashic. Yang paling banyak dipasarkan adalah defibrillator biphasic yang ada di defibrillator manual.

2. Prosedur Pengoperasian

Sebelum memberikan pulse defribillator, permukaan elektrod harus diberikan gel elektrolit. Sebenarnya ada tiga prosedur yang harus diperhatikan dalam menggunakan alat pacu jantung ini. Yakni harus menentukan pilihan besaran energi serta mode pengoperasia, pengisian charge pada kapasitor dan juga pembuangan energi dari kapasitor ke pasien. Sebelum tahu cara menggunakan defibrillator ada baiknya mengetahui prosedur terlebih dahulu.

Nantinya jumlah energi yang diberikan sekitar 50 hingga 400 joules. Pemberiannya bisa dilakukan dengan cara sinkroniasasi ataupun asinkronisasi dimana padle bisa diletakkan di posisi anterior anterior atau posterior anterior. Saat memberikan pulse ini juga sebaiknya menghindari bersentuhan antara pasien dan pengguna alat. Sementara saat pemberian energi dilakukan dengan tekan switch yang ada di ujung elektoda.

Alat pacu jantung ini juga harus dipastikan bersih dan steril sehingga perlu dilakukan pembersihan. Selain dilakukan pembersihan, juga harus melakukan pengecekan secara fisik. Tidak hanya pada casingnya namun juga pada kabel elektrodanya dan pengepakkan elektroda. Untuk membuat semakin yakin bisa dilakukan pengetesan alat pacu. Cara menggunakan Defibrillator untuk pengecekan bisa dilakukan hingga di monitor muncul OK.

Baca Juga :  5 Perbedaan AED & Defibrilator Yang Wajib Diketahui

3. Cara Menggunakan Alat Pacu Jantung

Sebenarnya cara menggunakannya akan berbeda setiap merk alat sehingga hanya perlu dipahami secara umum saja. Hal ini juga bisa dilakukan setelah alat dalam kondisi siap digunakan dan OK. Langkah pertama yang dilakukan adalah dengan mengambil paddles yang berada di samping alat. Jika sudah dipastikan dalam keadaan kering silahkan berikan krim di permukaan paddle. Setelah itu tempelkan alat pada pasien dengan posisi sternum dan apeks.

Kemudian silahkan menekan tombol energy. Lakukan pengisian dengan cara menekan stau tombol di paddle. Yang mana akan nampak proses pengisian pada layar monitor. Jika pengisian sudah selesai maka akan terdengar suara beep dengan tulisan di layar Defibrillator Ready serta tombol paddle yang menyala. Kemudian tekan paddle pada bagian dada atau tulang rusuk. Untuk mengosongkan silahkan tekan kedua tombol pada paddle bersamaan.

Cara Penggunaan Defibrillator yang selanjutnya saat tahap pengosongan energi adalah dengan melihatke arah monitor. Akan ada tanda jika sudah selesai, yang kemudian dilanjutkan dengan memilih switch di tombol energy sampai menunjukkan angka 0. Langkah terakhir adalah menekan power. Perlu diingat selama memberikan kejut jantung, pengguna alat tidak boleh bersentuhan dengan pasien dan dada pasien harus kering. Menggunakan alat ini tentunya tidak boleh sembarangan, mengingat alat ini memang dibutuhkan untuk keadaan jantung yang darurat. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menghindarkan dari hal yang tidak diinginkan. Mungkin setelah proses kejut jantung akanĀ  ada luka bakar karena dialiri oleh arus yang tidak kecil. Sehingga peletakkan paddle juga harus tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *